Rabu, 07 Oktober 2009

Apresiasi Seni

Pengertian Apresiasi Karya Seni
Apresiasi berasal dari bahasa Inggris appreciation yang artinya penghargaan atau penilaian. Jadi, apresiasi karya seni rupa adalah suatu kegiatan menilai atau menghargai bobot karya seni rupa atau nilai karya seni rupa yang diamati.
Tingkatan Apresiasi:
Apresiasi mempunyai tiga tingkatan, antara lain sebagai berikut;
1. Apresiasi empatik adalah apresiasi yang hanya menilai baik dan kurang baik yang berdasarkan indera saja (khususnya mata atau penglihatan).
2. Apresiasi estetis adalah apresiasi tentang keindahan dan mempunyai nilai yang disertai dengan pengamatan dan perasaan yang mendalam.
3. Apresiasi kritis adalah apresiasi yang sudah mendalam smapai pada penganalisisan (analisis) pada karya yang diamati (pengamatan secara kritis).
Pendekatan Apresiasi Karya Seni:
Ada beberapa pendekatan dalam mengapresiasikan karya seni antara lain sebagai berikut:
1. Pendekatan deskriptif, yaitu mengamati dan memaparkan karya seni secara apa adanya, seperti objek gambar, penggunaan warna, komposisi warna, tema karya, judul karya, pembuatnya, dan berbagai hal yang ditampilkan pada karya tersebut.
2. Pendekatan analisis, yaitu mengamati objek seni berdasarkan kaidah-kaidah estetika yang baku, seperti aspek tematik, tekniki pengerjaan, penerapan asas kesenirupaan dan makna yang terkandung di dalamnya.
3. Pendekatan interpretatif, yaitu menginterpretasikan karya seni berdasar sudut pandang pengamat baik dari kesamaan pengalaman, kesamaan sudut pandang, unsure keindahan, atau pengetahuan pengamat.
4. Pendekatan penilaian, yaitu proses memberi pengukuran, baik secara objektif maupun penilaian subjektif.
5. Pendekatan interdisiplin, yaitu suatu karya seni dilihat dari berbagai disiplin keilmuan, seperti ilmu antropologi, psikologi, kebudayaan, filsafat, ekonomi hingga ilmu kebahasaan.
Hasil karya seni rupa dapat dijadikan pedoman suatu bangsa atau daerah, telah maju atau tidak di saat itu. Oleh karena itu, hasil karya seni rupa sangat perlu dipelihara dan dijaga keberadaannya, jangan sampai hilang atau musnah, sehingga perlu tempat menyimpan atau biasa disebut museum.
Pedoman untuk mengapresiasikan karya seni rupa murni seperti sebuah lukisan, seni patung, seni keramik, seni garis, ataupun sebuah karya seni kriya, dapat dilihat dari berbagai sudut pandang antara lain sebagai berikut:
1. Tema karya seni yang menjadi obsesi senimannya.
2. Aspek bahasa rupa, seperti komposisi, makna, unsur-unsur dan keindahan visual.
3. Nilai estetis.
4. Gaya seni.
5. Teknik berkarya.
6. Nilai kebaruan.
7. Aspek komunikasi.
8. Nilai sejarah.
9. Aspek ekonomi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar