Rabu, 07 Oktober 2009

PERKEMBANGAN ISLAM PADA MASA MODERN

A. Perkembangan Agama, Budaya, dan politik

1. Perkembangan Agama
Masalah tauhid merupakan ajaran yang paling dasar dalam islam. Oleh kerena itu. tidak mengherankan apabila Muhammad Abdul Wahab memusatkan perhatiannya pada persoalan ini, Ia memiliki pokok-pokok pemikiran sebagai berikut.
a. Yang harus disembah hanya Allah swt. dan orang yang menyembah selain darinya telah dinyatakan sebagai musyrik.
b. Kebanyakan orang Islam bukan lagi penganut paham Tauhid yang sebenarnya karena mereka meminta pertolongan bukan lagi kepada Allah, melainkan dari syekh, wali, atau kekuatan gaib.
c. Menyebut nama nabi, syekh, atau malikat sebagai pengantar dalan do’a juga dikatakan sebagai syirik.
d. Meminta syafaat selain kepada Allah adalah juga merupakan syirik.
e. Bernazar kepada selain dari Allah juga perbuatan syirik.
f. Memperoleh pengetahuan selain dari AlQur’an, hadist, dan Qiyas(analogi) merupakan kekufuran.
g. Tidak percaya kepada Qada dan Qadar Allah merupakan kekufuran.
h. Menafsirkan AlQur’an denag taqwil atau interpretesi bebas juga termasuk kekufuran.
2. Perkembangan politik
Terdapat dua agenda pembaruan dalam masyarakat Islam tentang perkembangan politik, yaitu sebagai berikut.
a. Persoalan Internasional Politik Islam
Jamaluddin Al Afgani merupakan tokoh utama penggagas internasionslisme islsm secara politik menurut Al Afgani ,hal ini menjadi sangat penting untuk membentengi diri umat islam dari dominasi penjajahan barat konsep nasionalisme ,yang membuat islam terpecah –pecah dan terkotak –kotak dalam sekian banyak nation-state, tidak akan kondusif dan tidak dapat diharapkan untuk menghadapi dominasi barat tersebut.
b. Persoalan hubungan agama dengan konsep Negara dalam Islam
Respon umat Islam terhadap masal ini muncul dalam 3 bentuk, respon kalangan modernis, revivalis, dan sekularis. Menurut kalangan revivalis, bentuk agama Islam harus dikembalikan kedalam bentuk pengalaman awal sejarah umat Islam (masa Rasulullah dan Khulafaurasyiddin). Menurut tokohnya, Abul A’la Al maududi, kedaulatan tertinggi dalam Islam adalah Tuhan. Oleh karena itu, alQur’an haruslah menjadi konstitusi dasar suatu Negara Islam.
3. Perkembangan Ekonomi
Perekonomian penduduk yang mapan merupakan syarat utama bagi kelangsungan hidup dan hal ini didasari oleh kerajaan usmani sebagai Negara yang mengalami awal masa pembaharuan. Maka, dalam hal perekonomian, kerajaan usmani melakukan hal-hal sebagai berikut.
a. Pada priode utama, Usmani bertujuan menguasai beberapa jalur perdagangan dan beberapa sumber produktif.
b. Berbagai produk dari Iran teluk Persia, dan laut merah membantu dalam menjasikan Usmani sebagau pusat perdagangan yang makmur.
c. Beberapa rute haji mengantarkan warga dari berbagi wilayah kerajaan Usmani ke Mekkah dan Madina.
d. Penyediaan sarana kendaraan haji di Demaskos, Kairo, dan Bagdad menjadi kegiatan bisnis yang penting.
e. Dalam rentangan abad 15 dan 16, basrah menjadi pusat perdagangan terbesar di Anatolia serta sebagai dermaga terbesar dalam petukaran barang-barang dari negeri timur ke Istambul, Polandia, dan rusia.
f. Kota Istambul dibangun dengan merekonstruksi beberapa institusi public seperti sekolah, rumah sakit, tempat pemandian umum, dan tempat penginapan.
g. Pada abad 17 dan 18, berlangsung perubahan situasi yang sangat menonjol dalam system kerajaan Usmani.


B. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan tekhnologi

Islam merupakan agama yang sngat mendukung kemajuan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, Islam menghendaki manusia menjalankan kehidupan yang didasarkan pada rasionalitas atau akal dan iman. Ayat-ayat AlQur’an banyak memberi tempat yang lebiih tinggi kepada orang yang memiliki ilmu pengetahuan. Islampun menganjurkan agar manusia jangan pernah merasa puas dengan ilmu yang telah dimilikinya kerena bebarapun ilmu dan pengetahuan yang dimiliki itu, masi belum cukup untuk dapat menjawab ertanyaan atau masalah ada di dunia ini. Firman Allah swt.

Artinya: “Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambah kepedanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sasungguhnya Allah maha perkasa lagi maha bijaksana. “(QS Luqman: 27).
Kaum muslimin banyak sekali tokoh-tokoh pembaruan yang pokok-pokok pemikiran maupun jasa-jasanya di berbagai bidang telah memberikan sumbangsi bagi umat Islam di dunia. Beberapa tokoh yang terkenal dalam dunia ilmu pengetahuan atau pemikiran Islam tersebut antara sebagai berikut.
1. Jamaluddin Al Afgani (Iran 1838 – Turki 9 Maret 1987)
2. Muhammad Abduh (Mesir 1849 – 1905) dan Muhammad rasyid ridha (Suria 1865 – 1935)
3. Toha Husein (Mesir selatan 1889 – 1973)
4. Syaid Qutub (Mesir 1906 – 1966) dan Yusuf Al Qardawi
5. Sir Sayid Ahmad Khan (India 1817 – 1898)
6. Sir Muhammad Iqbal (Punjab 1873 -1938)
Pembaruan di Negara-negara timur tengah tidak hanya tersebar di lingkungan mereka sendiri saja, namun juga meluas hingga ke Indonesia. Pengaruh-pengaruh dari pembaruan tersebut antara lain sebagai berikut.
1. Gema pembaruan yang dilakukan oleh Jamaluddin Al Afgani dan Syekh Muhammad abdul Wahab sampai juga ke Indonesia, terutama terhadap took-tokoh seperti haji Muhammad Miskin (Kabupateb Agam, Sumatera Barat), Haji Abdul Rahman (kabupaten Limapuluh kota, Sumatera Barat), dan haji Salaman Faris (Kabupaten tanah datar, Sumatera Barat).
2. Pada tahun 1903 M murid-murid dari Syekh Akhmad Khatib Al Minangkabawi, seoarang ulama besar bangsa Indonesia di Mekkah yang mendapat kedudukan mulia di kalangan masyarakat dan pemerintah Arab, kembali dari Tanah Suci.
3. Munculnya berbagai organisasi dan kelembagaan islam mobern di Indonesia pada awala abad ke-20, baik yang bersifat keagamaan, politik, maupun ekonomi. Organisasi tersebut ialah
a. Jamiatul Khatir (1905 M) yang merupakan wadah lembaga pendidikan dan pengkaderan generasi muda penerus perjuangan Islam dan berlokasi di Jakarta.
b. Jam’iah Nahdatul Ulama (NU) yang lahir 13 januari 1926 di Surabaya di bawah pimpinan KH Hasyim ASyari.
c. Al Irsyad (1914 M) dibawah pimpinan Ahkmad Syurkati yang bertempat dijakarta.
d. Persatuan Islam (1911) dibawah pimpinan Haji zaman Hudi.
e. Persatuan Islam atau persis di bawah pimpinan Ahmad Hasan yang didirikan tahun 1023 di Bandung.
f. Muhammadiyah (18 Novembewr 1912) yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan.
g. Matla’ Ul Anwar (1905) dimenes, Banten yang didrikan oleh KH. M. Yasin.
h. Pergerakan Tarbia (Perti) di Sumatera Barat yang didirikan oleh Syekh Sulaiman Arrasuli pada tahun 1928.
i. Persaruan Muslim Indonesia (Permi) yang didirikan pada tanggal 22 Mei 1930 di Bukittinggi.
j. Mesjid Islam ‘Ala Indonesia yang didirikan atas prakarsa KH. Ahmad Dahlan dan KH. Mansur pada tahun 1937.

C. Perkembangan seni dan Budaya

Kebudayaan Turki merupakan perpaduan antara kebudayaan Persia, Bazantium dan Arab. Dari kebudayaan Persia, mereka hanya menerima ajaran-ajaran tentang etika dan tata karma kehidupan kerajaan atau organisasi pemerintahan. Prinsip kemiliteran mereka dapatkan dari kebudayaan Bizantium, sedangkan dari kebudayaan Arab, mereka mendapatkan ajaran tentang prinsip ekonomi, kemasyarakatan, dan ilmu pengetahuan.

D. Hikmah Perkembangan Islam pada Masa modern

1. Sejarah ditemukan dalam AlQur’an sebagai kisah atau peristiwa yang dialanmi umat manusia di masa lalu.
2. Pelajaran yang dapat diambil dalam sejarah dapat menjadi pilihan ketika mengambil sikap.
3. Pembaruan akan memberikan manfaat berupa inspirasi untuk mengadakan perubahan-perubahan sehingga akan menjadi lebih efektif dan efisien.
4. Dalam sejarah, ditemukan pula masalh sosial dan politik yang terjadi di kalangan bangsa-bangsa terdahulu.
5. Pembaruan mempunyai pengaruh besar pada setiap pemerintahan.
6. Corak atau bentuk Negara dianggap kalangan tertentu bukan persoalan agama, tetapi termasuk persoalan duniawi sehingga hal tersebut diserahkan kepada manusia untuk menentukannya.
Adapun prilaku yang merupakan cerminan terhadap penghayatan akan sejarah perkembangan Islam pada masa perubahan ini, hal-hal tersebut adalah sebagai berikut.
1. Menyikapi kejadian masa lalu dengan sikap aabar dan menanamkan jihad yang sesuai dengan ajaran AlQur’an dan Alhadist.
2. Sejarah dapat dijadikan sumber inspirasi untuk membuat langjkah-langkah inofatif agar kehidupan manusia dapat damai dan sejahtera, baik di dunia maupun di akhirat.
3. Memotifasi diri terhadap masa depan agar memperoleh kemajuan serta mengupayakan agar sejarah yang mengandung nilai negative atau ukuran baik tidak akan terulang kembali.
4. Membangun masa depan berdasarkan pijakan-pijakan yang telah ada d masa lalu sehingga dapat membangun negar yang senantiasa menjadi baldatun tayyibatun wa rabbun gafur atau negar yang baik dan mendapat ampunan dari Allah swt.
5. Ilmu pengetahuan dan tehnologi di masa pembaruan cukup canggih dan menabjubkan sehingga melalui proses belajar akan dapat diperoleh kemajuan yang lebih baik bagi generasi-generasi muslim di masa depan.

1 komentar: